“Ingin mendapatkan pertolongan Allah? Tanyakan pada diri sendiri: Sejauh mana kita yakin saat berdo’a? Sejauh mana kita khusyu’ dan ikhlas saat beribadah? Sejauh mana kita bertawakal kepada Allah? Sejauh mana kita mensyukuri pertolongan Allah yang sudah-sudah? Sejauh mana kita berusaha menjemput pertolongan Allah?”
Itulah beberapa kalimat yang saya ambil dari halaman Rahmat Mr. Power. Kalimat itu membuat saya kembali bermunasabah atau mengintrospeksi diri terhadap apa saja yang telah saya lakukan. Bukan bermaksud untuk menyesalinya karena tidak ada gunanya menyesali yang telah terjadi, tetapi untuk mengambil pelajaran dan berusaha lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Bukankah di saat kita kesusahan, kita selalu ingat kepada Allah dan meminta pertolongan padaNya? Tetapi di saat kita senang, sedikit sekali di antara kita yang mengingat Allah dan bersyukur atas nikmat yang diberikan olehNya. Apakah Allah perlu membuat kita terus-menerus dalam kesusahan agar kita terus ingat kepadaNya? Tentu kita tidak akan sanggup.
Allah tidak pernah pilih kasih kepada makhluk ciptaanNya. Allah tetap memberikan rahmat dan anugerahNya kepada semua manusia, baik yang taat kepadaNya, maupun yang tidak. Harta yang Allah titipkan pada kita saat ini hanya sementara saja dan setiap saat Allah dapat mengambilnya kembali tanpa kita sadari. Seharusnya harta tersebut membuat kita jadi lebih bersyukur dan taat kepadaNya, tetapi yang ada sekarang ini adalah harta tersebut membuat kita lalai dalam melaksanakan kewajiban kita kepadaNya
Rasanya tidaklah pantas bila kita meminta pertolongan kepada Allah sedangkan kita tidak dengan sungguh-sungguh melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tetapi kita sebagai seorang manusia yang lemah juga tidak mungkin dapat menghadapi cobaan dari Allah tanpa mengharapkan bantuan dariNya. Coba bayangkan bila kita meminta pertolongan kepada seseorang yang kita tidak mau melakukan apa yang dia suruh atau yang dia minta bantu. Apakah dia akan mau menolong kita? Rasanya dia tidak akan pernah mau membantu kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar